Hari ini ada berita cukup menyentak bagi kebanyakan masyarakat negri ini, di mana Taufiq Safalas salah satu presenter dan sekaligus pelawak kondang negri ini di panggil oleh Allah SWT untuk selama-lamanya. Sudah banyak orang penting, selebriti, politikus, rohaniwan meninggal baik karena sakit ataupun meninggal karena sudah uzur, namun Taufiq Savalas meninggal karena mengalami musibah kecelakaan di mana Mobil Kijang berwarna emas bernopol B 2089 QH yang ditumpangi Taufik menabrak truk gandeng D 9298 AA di karenakan truk gandeng remnya blong. Padahal belum lama di mana minggu ini juga kecelakaan beruntun terjadi yg mengakibatkan kematian, di Cianjur Bus masuk jurang karena rem blong, 16 siswa siswi SMP ar-ridho meninggal dunia
Penulis sendiri minggu yang lalu mengalami kecelakaan yg mungkin seumur hidup tidak bisa terlupakan, hari senin 2 July 07 seperti biasa penulis menjalani ritme khidupan, jam 06.00 pagi berangkat dari rumah di tambun utara, sampai hiant bekasi barat jam 06.30, selepas memarkir kendaraan motor penulis menuju pangkalan angkot 45 jurusan bekasi cikarang, tanapa ada keraguan sedikitpun penulis masuk angkot, laju mobil di tol seperti biasa namun alangkah kagetnya seluruh penumpang sebelum pom bensin {rest area } cibitung ban depan meledak, mobil mulai tidak terkendali kecepakatan sekitar 100 Km/ Jam, mobil masuk lajur ke 2 dari ljur paling cepat sebelah kanan, Alhamdulilah senin itu sepi sehingga mobil tdk tertabrak dari lajur 2, namun mungkin si sopir {sopir batangan bukan asli} menginjak rem mobil jadi miring dan akhirnya terguling total sungguh mencekam saat itu....
Setelah mobil terbalik masih adak kecepatan mobil kira kira 40 Km berbarengan kaca mobil pecah mobil terlempar ke jalur paling cepat kanan, sungguh Puja puji kepada Allah mobil tidak menabrak pembatas tol , sebab jika hal ini terjadi maka kemungkinan terburuk lebih terjadi lagi, alhamdulillah penulis duduk di kursi no.2 paling belakan dekat kaca belakang, penulispun lompat keluar melalui pintu belakang yg pecah....namun tak urung penulis di rawat di RS Mitra Keluarga Bekasi Timur selama 3 hari..... suatu pergumulan hidup dan mati.
Di sadari atau tidak kita semua di hadapkan setiap waktu pada kenyataan bergumul dengan dua hal hidup atau mati....sudah selayaknya pemerintah lebih ketat mengontrol kebijakan ttg perijinan trayek kendaraan umum guna keselamatan kita semua, walaupun kecelakaan mustahil di buat nol namum ada tindakan nyata untuk mengurangi jumlah kecelakaan di negri ini....
Untuk Bang taufiq Savalas...semoga Allah mengampuni dosa-dosa dan menempatkan abang di sisi yang layak....selamat jalan semoga keluarga yang di tinggalkan tabah dan semoga pemimpin negri ini menyadari bahwa sudah saatnya memberantas KKN, sebagai biangnya segala kehancuran sehingga angkuta umum yg memang tdk layak beroperasi dengan tegas tdk di perbolehkan melaju di jalan umum.....amin ya Allah....
Selasa, 14 Agustus 2007
Abrasi Kali Bekasi Mengancam keselamatan Penduduk
“….Saya mah sudah capek lapor masalah pengikisan tanggul kali bekasi “ itulah kalimat yang meluncur dari Jayadi, lelaki separuh baya, Mpok Asmah yang rumahnya berdampingan tidak kalah menimpali “ ….dulu tanah saya mulai dari ilalang sono, setiap tahun 1-2 M tanggul tergerus oleh derasnya arus kali bekasi, ini sudah berjalan 8 tahun belakangan”, sahut Mpok Asmah.
Perempuan baya itu tinggal di gubug sederhana, kondisi rumah ala kadarnya, tidak ada perabotan modern menghiasi, dinding rumah terbuat dari anyaman bambu, berlantai tanah, rumahnya sendiri sekitar 11 X 7 di tinggali bersama keluarga besarnya. Penulis sempat terhenyak dengan pengikisan kali bekasi yang cukup parah, sebagai misal rumah mpok asmah sudah terkikis +/- 15 Meter semenjak tahun 1999 dan sekarang tinggal 3.5 M dari bibir sungai...., Mpok Asmah tidak tahu harus mengadu ke mana, sebagai masyarakat miskin dia berharap mudah mudahan ada yang memperhatikannya, sehingga mimpi buruk setiap musim penghujan yang terus menghantuinya bisa hilang. Maklum saja rumah dengan bibir sungai tinggal 3.5 Meters, ini sangat membahayakan keselamatanya.
Tanah warga yang terkena dampak dari abrasi arus kali bekasi ini sepanjang +/- 400 Meters di wilayah RT03 RW02 Kp. Pisangan Desa Satria Mekar, hal ini di akibatkan belokan tajam Kali Bekasi, sehingga tekanan arus air lebih tinggi di sekitar jalu 400 meter ini, hal ini harus menjadi tangung jawab Pemerintah daerah Kab. Bekasi dan Pemprov. Jabar pada khususnya, sebagaimana telah di sampaikan Ahmad Adib Zain Ketua Fraksi PAN DPRD Jabar bahwa Kali bekasi adalah tangung jawab Pemprov, namun wilayah ini masuk Kabupaten Bekasi maka sudah seharusnya Sa’adudin sebagai bupati terpilih ikut berfikir mengatasi masalah ini.
Mudah-mudahan ada solusi yg terbaik ke depan, namun jika ada pemerhati yang tergugah untuk berperan serta dalam membantu permasalahan warga di sini silahkan kontak ke saya melalui email budi7774@gmail.com atau budi_sulistiyana@volex.com......
Perempuan baya itu tinggal di gubug sederhana, kondisi rumah ala kadarnya, tidak ada perabotan modern menghiasi, dinding rumah terbuat dari anyaman bambu, berlantai tanah, rumahnya sendiri sekitar 11 X 7 di tinggali bersama keluarga besarnya. Penulis sempat terhenyak dengan pengikisan kali bekasi yang cukup parah, sebagai misal rumah mpok asmah sudah terkikis +/- 15 Meter semenjak tahun 1999 dan sekarang tinggal 3.5 M dari bibir sungai...., Mpok Asmah tidak tahu harus mengadu ke mana, sebagai masyarakat miskin dia berharap mudah mudahan ada yang memperhatikannya, sehingga mimpi buruk setiap musim penghujan yang terus menghantuinya bisa hilang. Maklum saja rumah dengan bibir sungai tinggal 3.5 Meters, ini sangat membahayakan keselamatanya.
Tanah warga yang terkena dampak dari abrasi arus kali bekasi ini sepanjang +/- 400 Meters di wilayah RT03 RW02 Kp. Pisangan Desa Satria Mekar, hal ini di akibatkan belokan tajam Kali Bekasi, sehingga tekanan arus air lebih tinggi di sekitar jalu 400 meter ini, hal ini harus menjadi tangung jawab Pemerintah daerah Kab. Bekasi dan Pemprov. Jabar pada khususnya, sebagaimana telah di sampaikan Ahmad Adib Zain Ketua Fraksi PAN DPRD Jabar bahwa Kali bekasi adalah tangung jawab Pemprov, namun wilayah ini masuk Kabupaten Bekasi maka sudah seharusnya Sa’adudin sebagai bupati terpilih ikut berfikir mengatasi masalah ini.
Mudah-mudahan ada solusi yg terbaik ke depan, namun jika ada pemerhati yang tergugah untuk berperan serta dalam membantu permasalahan warga di sini silahkan kontak ke saya melalui email budi7774@gmail.com atau budi_sulistiyana@volex.com......
Kamis, 09 Agustus 2007
Muscab DPC PAN Tambun Utara Kab. Bekasi & Reses Ahmad Adib Zain
Partai Amanat nasional Tambun Utara kabupaten Bekasi menyelenggarakan musyawarah cabang pada tanggal 05 Agustus 2007, acara di gelar di kampung Pisangan RT08 RW04 desa Satria Mekar Kec. Tambun Utara, terpilih menjadi ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Amanat Nasional kecamatan Tambun Utara Kabupaten Bekasi bapak Dwi Budi Sulistiyana, ST dan sekretaris DPC Tambun Utara Bp. Paryono,
Muscab PAN kali ini di hadiri oleh pimpinan DPW sekaligus ketua Fraksi PAN Jawa Barat Drs. Ahmad Adib Zain, Ketua DPD PAN Kab. Bekasi Daeng Muhammad beserta jajaran pengurus DPD, Buyung Ikhsal Anggota DPRD Kab. Bekasi dari Partai Amanat Nasional serta seluruh ketua dan pengurus ranting PAN se kec-Tambun Utara berikut tokoh masyarakat kab. Bekasi.
” Agar tidak di tinggalkan oleh konstituenya PAN harus melakukan reformasi ke dalam meliputi 3 hal mendasar, pertama mentransformasikan platform partai ke dalam kegiatan sosial kemasyarakatan sehingga platform partai tidak hanya menjadi mantra suci milik elitis atau bagaikan hiasan yang di perlihatkan hanya jika di perlukan, kedua Partai menjadi dwifungsi yaitu sebagai alat merebut kekuasaan yang egaliter, amanah dan bertanggungjawab serta juga menjadi sarana otokritik penyambung alur informasi dari masyarakat ke pemerintah dan juga sebaliknya, ketiga Partai harus mampu menjadi media untuk memberdayakan kader partai mapan Ekonomi, spiritual dan intelektual, di umpamakan kelembagaan Partai adalah sebuah kereta api, maka lokomatif adalah DPP, gerbong berikutnya adalah DPW,DPD, DPC,DPrt,DPry, seluruh gerbong akan berjalan jika antar gerbong di sambung artinya ada komunikasi intensif dari DPP-DPrt, Lokomotif akan berjalan jika ada ”bahan bakar ” {baca : Legislatif dan eksekutif dari kader partai} ada, itulah mekanisme system yg menyeluruh yg harus berjalan dengan effektif dan effisien agar kemasan gerbong di sukai penumpang baca: konstituen... ” itulah penggalan orasi politik ketua baru Dwi Budi Sulistiyana DPC PAN Tambun Utara.
Acara di selingi serap aspirasi masyarakat yang akan di tidak lanjuti oleh Ahmad Adib Zain selaku Ketua Fraksi PAN DPRD Prov. Jabar, dalam kegiatan reses kali ini menyerap aspirasi dari masyarakat di mana rumah penduduk di sekitar bantaran sungai kali bekasi desa Satria Mekar tergerus serta tidak adanya puskesmas desa di mana seharusnya rasio 1 puskesmas untuk 10.000 jiwa, juga mengemuka tingginya angka pengangguran, ” ... Insya Allah semua usulan masyarakat akan di tindak lanjuti dalam langkah yang kogkret” tukas Adib Zain mengakhiri acara dialog dalam kunjungan resesnya.
Muscab PAN kali ini di hadiri oleh pimpinan DPW sekaligus ketua Fraksi PAN Jawa Barat Drs. Ahmad Adib Zain, Ketua DPD PAN Kab. Bekasi Daeng Muhammad beserta jajaran pengurus DPD, Buyung Ikhsal Anggota DPRD Kab. Bekasi dari Partai Amanat Nasional serta seluruh ketua dan pengurus ranting PAN se kec-Tambun Utara berikut tokoh masyarakat kab. Bekasi.
” Agar tidak di tinggalkan oleh konstituenya PAN harus melakukan reformasi ke dalam meliputi 3 hal mendasar, pertama mentransformasikan platform partai ke dalam kegiatan sosial kemasyarakatan sehingga platform partai tidak hanya menjadi mantra suci milik elitis atau bagaikan hiasan yang di perlihatkan hanya jika di perlukan, kedua Partai menjadi dwifungsi yaitu sebagai alat merebut kekuasaan yang egaliter, amanah dan bertanggungjawab serta juga menjadi sarana otokritik penyambung alur informasi dari masyarakat ke pemerintah dan juga sebaliknya, ketiga Partai harus mampu menjadi media untuk memberdayakan kader partai mapan Ekonomi, spiritual dan intelektual, di umpamakan kelembagaan Partai adalah sebuah kereta api, maka lokomatif adalah DPP, gerbong berikutnya adalah DPW,DPD, DPC,DPrt,DPry, seluruh gerbong akan berjalan jika antar gerbong di sambung artinya ada komunikasi intensif dari DPP-DPrt, Lokomotif akan berjalan jika ada ”bahan bakar ” {baca : Legislatif dan eksekutif dari kader partai} ada, itulah mekanisme system yg menyeluruh yg harus berjalan dengan effektif dan effisien agar kemasan gerbong di sukai penumpang baca: konstituen... ” itulah penggalan orasi politik ketua baru Dwi Budi Sulistiyana DPC PAN Tambun Utara.
Acara di selingi serap aspirasi masyarakat yang akan di tidak lanjuti oleh Ahmad Adib Zain selaku Ketua Fraksi PAN DPRD Prov. Jabar, dalam kegiatan reses kali ini menyerap aspirasi dari masyarakat di mana rumah penduduk di sekitar bantaran sungai kali bekasi desa Satria Mekar tergerus serta tidak adanya puskesmas desa di mana seharusnya rasio 1 puskesmas untuk 10.000 jiwa, juga mengemuka tingginya angka pengangguran, ” ... Insya Allah semua usulan masyarakat akan di tindak lanjuti dalam langkah yang kogkret” tukas Adib Zain mengakhiri acara dialog dalam kunjungan resesnya.
Mencermati Pilkada DKI Jakarta

Mencermati perolehan suara sementara seperti yang tertera di dalam tabel dan hasil quick count dari LP3ES, LSI, Puskapol UI, Puskaptis bahwa rata-rata Fauzi Bowo - Prianto unggul 15% dari calon gubernur Adang-Dhani maka bisa di pastikan Bang Foke { Pangilan akrab Fauzi Bowo} memenangi pilkada DKI ini.
Jika Foke terpilih maka tidak ada perubahan politis yang significant di tubuh Pemprov DKI, lebih di sebabkan pejabat yg ada sudah berinteraksi dengan Foke sejak kepemerintahan Bang Yos-Foke, hal mendasar yang perlu di benahi adalah sistem transportasi, Irigasi dan kependudukan, sebagai Ibukota Negara Republik Indonesia maka Jakarta tak ubahnya tempat sarang madu di mana seluruh penduduk negri ini berlomba - lomba untuk mengadu nasib, namun para urban ini lebih banyak tidak di bekali keahlian yg memadai sehingga hal ini berpotensi menjadi penyebab masalah sosial perkotaan pada umumnya.
Untuk menekan para urban datang ke Ibukota sudah waktunya Pemerintah kembali menitikberatkan pembangunan di sektor Pertanian, Perkebunan & Peternakan, Perikanan & Kelautan berikut komponen industri pendukungdan pengolahannya, beserta research & development, di mana perguruan tinggi ikut di libatkan di dalamnya. Industri perbankanpun harus melakukan perubahan ke dlm di mana untuk ikut andil mengucurkan kredit mikro di bidang ini, karena sdh jelas bahwa 85% penduduk negri ini bersentuhan di sektor ini. Kemadirian 85% penduduk di sektor ini akan menjadi jawaban masalah yg melanda negri ini sehingga kita tdk bergantung dengan raksasa industri kapitalis berikut negara sponsornya ......
Semoga Bang Foke bisa membenahi Jakarta dan punya komitmen yang kuat untuk mengakkan pemerintahan yang accountable.
Jika Foke terpilih maka tidak ada perubahan politis yang significant di tubuh Pemprov DKI, lebih di sebabkan pejabat yg ada sudah berinteraksi dengan Foke sejak kepemerintahan Bang Yos-Foke, hal mendasar yang perlu di benahi adalah sistem transportasi, Irigasi dan kependudukan, sebagai Ibukota Negara Republik Indonesia maka Jakarta tak ubahnya tempat sarang madu di mana seluruh penduduk negri ini berlomba - lomba untuk mengadu nasib, namun para urban ini lebih banyak tidak di bekali keahlian yg memadai sehingga hal ini berpotensi menjadi penyebab masalah sosial perkotaan pada umumnya.
Untuk menekan para urban datang ke Ibukota sudah waktunya Pemerintah kembali menitikberatkan pembangunan di sektor Pertanian, Perkebunan & Peternakan, Perikanan & Kelautan berikut komponen industri pendukungdan pengolahannya, beserta research & development, di mana perguruan tinggi ikut di libatkan di dalamnya. Industri perbankanpun harus melakukan perubahan ke dlm di mana untuk ikut andil mengucurkan kredit mikro di bidang ini, karena sdh jelas bahwa 85% penduduk negri ini bersentuhan di sektor ini. Kemadirian 85% penduduk di sektor ini akan menjadi jawaban masalah yg melanda negri ini sehingga kita tdk bergantung dengan raksasa industri kapitalis berikut negara sponsornya ......
Semoga Bang Foke bisa membenahi Jakarta dan punya komitmen yang kuat untuk mengakkan pemerintahan yang accountable.
Muscap PAN DPC Tambun Utara dan Reses Ahmad Adib Zain Ketua DPW PAN
Partai Amanat nasional Tambun Utara kabupaten Bekasi menyelenggarakan musyawarah cabang pada tanggal 05 Agustus 2007, acara di gelar di kampung Pisangan RT08 RW04 desa Satria Mekar Kec. Tambun Utara, terpilih menjadi ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Amanat Nasional kecamatan Tambun Utara Kabupaten Bekasi bapak Dwi Budi Sulistiyana, ST dan sekretaris DPC Tambun Utara Bp. Paryono,
Pghoto : 2 di tengah sebelah kiri Ahmad Adib zain / Ketua DPW PAN Jabar/ Ketua Fraksi PAN DPRD Jabar, sebelah kanannya adalah penulis
Muscab PAN kali ini di hadiri oleh pimpinan DPW sekaligus ketua Fraksi PAN Jawa Barat Drs. Ahmad Adib Zain, Ketua DPD PAN Kab. Bekasi Daeng Muhammad beserta jajaran pengurus DPD, Buyung Ikhsal Anggota DPRD Kab. Bekasi dari Partai Amanat Nasional serta seluruh ketua dan pengurus ranting PAN se kec-Tambun Utara berikut tokoh masyarakat kab. Bekasi.
” Agar tidak di tinggalkan oleh konstituenya PAN harus melakukan reformasi ke dalam meliputi 3 hal mendasar, pertama mentransformasikan platform partai ke dalam kegiatan sosial kemasyarakatan sehingga platform partai tidak hanya menjadi mantra suci milik elitis atau bagaikan hiasan yang di perlihatkan hanya jika di perlukan, kedua Partai menjadi dwifungsi yaitu sebagai alat merebut kekuasaan yang egaliter, amanah dan bertanggungjawab serta juga menjadi sarana otokritik penyambung alur informasi dari masyarakat ke pemerintah dan juga sebaliknya, ketiga Partai harus mampu menjadi media untuk memberdayakan kader partai mapan Ekonomi, spiritual dan intelektual, di umpamakan kelembagaan Partai adalah sebuah kereta api, maka lokomatif adalah DPP, gerbong berikutnya adalah DPW,DPD, DPC,DPrt,DPry, seluruh gerbong akan berjalan jika antar gerbong di sambung artinya ada komunikasi intensif dari DPP-DPrt, Lokomotif akan berjalan jika ada ”bahan bakar ” {baca : Legislatif dan eksekutif dari kader partai} ada, itulah mekanisme system yg menyeluruh yg harus berjalan dengan effektif dan effisien agar kemasan gerbong di sukai penumpang baca: konstituen... ” itulah penggalan orasi politik ketua baru Dwi Budi Sulistiyana DPC PAN Tambun Utara.
Acara di selingi serap aspirasi masyarakat yang akan di tidak lanjuti oleh Ahmad Adib Zain selaku Ketua Fraksi PAN DPRD Prov. Jabar, dalam kegiatan reses kali ini menyerap aspirasi dari masyarakat di mana rumah penduduk di sekitar bantaran sungai kali bekasi desa Satria Mekar tergerus serta tidak adanya puskesmas desa di mana seharusnya rasio 1 puskesmas untuk 10.000 jiwa, juga mengemuka tingginya angka pengangguran, ” ... Insya Allah semua usulan masyarakat akan di tindak lanjuti dalam langkah yang kogkret” tukas Adib Zain mengakhiri acara dialog dalam kunjungan resesnya.
” Agar tidak di tinggalkan oleh konstituenya PAN harus melakukan reformasi ke dalam meliputi 3 hal mendasar, pertama mentransformasikan platform partai ke dalam kegiatan sosial kemasyarakatan sehingga platform partai tidak hanya menjadi mantra suci milik elitis atau bagaikan hiasan yang di perlihatkan hanya jika di perlukan, kedua Partai menjadi dwifungsi yaitu sebagai alat merebut kekuasaan yang egaliter, amanah dan bertanggungjawab serta juga menjadi sarana otokritik penyambung alur informasi dari masyarakat ke pemerintah dan juga sebaliknya, ketiga Partai harus mampu menjadi media untuk memberdayakan kader partai mapan Ekonomi, spiritual dan intelektual, di umpamakan kelembagaan Partai adalah sebuah kereta api, maka lokomatif adalah DPP, gerbong berikutnya adalah DPW,DPD, DPC,DPrt,DPry, seluruh gerbong akan berjalan jika antar gerbong di sambung artinya ada komunikasi intensif dari DPP-DPrt, Lokomotif akan berjalan jika ada ”bahan bakar ” {baca : Legislatif dan eksekutif dari kader partai} ada, itulah mekanisme system yg menyeluruh yg harus berjalan dengan effektif dan effisien agar kemasan gerbong di sukai penumpang baca: konstituen... ” itulah penggalan orasi politik ketua baru Dwi Budi Sulistiyana DPC PAN Tambun Utara.
Acara di selingi serap aspirasi masyarakat yang akan di tidak lanjuti oleh Ahmad Adib Zain selaku Ketua Fraksi PAN DPRD Prov. Jabar, dalam kegiatan reses kali ini menyerap aspirasi dari masyarakat di mana rumah penduduk di sekitar bantaran sungai kali bekasi desa Satria Mekar tergerus serta tidak adanya puskesmas desa di mana seharusnya rasio 1 puskesmas untuk 10.000 jiwa, juga mengemuka tingginya angka pengangguran, ” ... Insya Allah semua usulan masyarakat akan di tindak lanjuti dalam langkah yang kogkret” tukas Adib Zain mengakhiri acara dialog dalam kunjungan resesnya.
Senin, 16 Juli 2007
Festival Marawis se- Tambun Utara 24 Desember 2006
Dari Kiri ke kanan : Penulis, Ibu Wikanda, Bp. Wikanda {mantan Bupati Bekasi}, Bp. Daeng MuhammadAlhamdulillah apa yang di harapkan untuk mengembangkan kegiatan berkesenian terlaksana dengan baik, di mulai jam 9 pagi dengan menampilkan anak-anak muda hajir marawis as-salam perum bumi angggrek karang satria bekasi, sunguh semangat mereka tampak terbaca dari kompaknya penampilan mereka.
9 peserta hajir marawis dari 8 desa se-kec. Tambun Utara menyemarakkan kegiatan berkesenian sekaligus dakwah mengumandangkan sholawat sebagai bagian hidup atau lebih tepatnya the way of our life, sebagai nafas ruhani ......
Alhamdulillah tokoh-tokoh bekasi seperti Bp. Wikanda-mantan bupati bekasi, Bp Daeng Muhammad - ketua DPD PAN kab. bekasi berikut para habaib dan kyai serta kepala desa se-Tambun Utara berkenan hadir dalam festival ini. Sholawat yg di lantunkan sungguh menyentuh qolbu para hadirin nampak kepala Bp daeng menggoyang kanan kiri pertanda dirinya larut dalam suasana tarikan illahiyah....
Tanpa terasa jam 15.00 acara telah usai, tiba-tiba hujan turun mengguyur, mudah-mudahan pertanda keberkahan, terlintas dalam benak penulis untuk memfasilitasi gerakan sholawat nasional {GSN} sebagai pertanda rasa terimakasih yg tak hingga kepada Rosullullah SAW yg telah menyampaikan risalah Islam yg di anut oleh penulis sebagai the way of life...mudah-mudahan Allah ridho....Aminnn
9 peserta hajir marawis dari 8 desa se-kec. Tambun Utara menyemarakkan kegiatan berkesenian sekaligus dakwah mengumandangkan sholawat sebagai bagian hidup atau lebih tepatnya the way of our life, sebagai nafas ruhani ......
Alhamdulillah tokoh-tokoh bekasi seperti Bp. Wikanda-mantan bupati bekasi, Bp Daeng Muhammad - ketua DPD PAN kab. bekasi berikut para habaib dan kyai serta kepala desa se-Tambun Utara berkenan hadir dalam festival ini. Sholawat yg di lantunkan sungguh menyentuh qolbu para hadirin nampak kepala Bp daeng menggoyang kanan kiri pertanda dirinya larut dalam suasana tarikan illahiyah....
Tanpa terasa jam 15.00 acara telah usai, tiba-tiba hujan turun mengguyur, mudah-mudahan pertanda keberkahan, terlintas dalam benak penulis untuk memfasilitasi gerakan sholawat nasional {GSN} sebagai pertanda rasa terimakasih yg tak hingga kepada Rosullullah SAW yg telah menyampaikan risalah Islam yg di anut oleh penulis sebagai the way of life...mudah-mudahan Allah ridho....Aminnn
Langganan:
Postingan (Atom)